12.5.10

Merenung Sejenak Tafsir Al-Quran : Setiap Kaum Yang Derhaka Kepada Allah SWT Pasti Mendapat Balasannya (Sesungguhnya Kita Semua Sememangnya Sudah Kerap Kali Diberikan Peringatan Dan Amaran)

Assalamualaikum.

Saya beberapa hari lepas membaca tafsir Al-Quran.Surah Al-A'raaf.Ayat 59-102.

Diceritakan di dalamnya,kisah kaum-kaum terdahulu dari kita (umat Nabi Muhammad) yang derhaka kepada perintah Allah lantas dilaknat dan mendapat balasan terus di dunia.

Tentu anda tertanya-tanya,bagaimanakah pula kita umat Nabi Muhammad?

Kita umat Nabi Muhammad ditangguhkan balasan untuk kita sehingga hari kiamat (jika tidak silap saya,sila betulkan jika salah).

Adakah anda merasakan kita ini umat yang tidak derhaka?Dan adakah anda ingin tahu bagaimanakah dan apakah definisi derhaka ini?Dan adakah anda ingin tahu balasan orang yang derhaka kepada perintah Allah?

Sama-samalah kita renungkan petikan tafsir Al-Quran di bawah ini.Diharap anda baca tafsir ini.Jangan skip.

Ini kerana,salah satu punca mengapa kita sukar berubah adalah kerana kita tidak membaca dan memahami Al-Quran.Kita tidak tahu betapa besarnya azab yang akan melanda jika kita melakukan dosa.Jika tidak tahu,tentulah kita selesa melakukannya bukan?

Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut) , langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT.

Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut).

Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” (HR Tirmidzi & Al-Bukhari)

Selamat Membaca.

(Di bawah ini merupakan tafsir bagi Surah Al-A'raaf ayat 59-93.Bagi memudahkan pembacaan anda,saya telah menulis tajuk bagi setiap kisah.Sebagai contoh,bagi kisah Nabi Nuh,saya tuliskan tajuk Kisah Nabi Nuh.)

Kisah Nabi Nuh

Sesungguhnya Kami telah mengutuskan Nabi Nuh kepada kaumnya, lalu berkatalah ia: "Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah, (sebenarnya) tidak ada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Sesungguhnya aku bimbang, kamu akan ditimpa azab hari yang besar (hari kiamat)"

Ketua-ketua dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami nampakmu (wahai Nuh) berada dalam kesesatan yang nyata".

Nabi Nuh menjawab: "Wahai KaumKu! Tidak ada padaku sebarang kesesatan, tetapi aku adalah seorang Rasul dari Tuhan sekalian alam.

"(Tugasku) menyampaikan kepada kamu perintah-perintah yang (diutuskan oleh) Tuhanku, serta aku memberi nasihat kepada kamu, sedang aku mengetahui (melalui wahyu) dari Allah akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.

"Adakah kamu merasa ragu-ragu dan hairan tentang datangnya kepada kamu nasihat pengajaran dari Tuhan kamu melalui seorang lelaki dari golongan kamu, untuk memberi peringatan kepada kamu, dan supaya kamu bertaqwa dan juga supaya kamu beroleh rahmat?".

Mereka terus mendustakannya, lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami karamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (matahatinya daripada melihat kebenaran)

Kisah Nabi Hud

Dan kepada kaum Aad, (Kami utuskan) saudara mereka: Nabi Hud. Ia berkata: "Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah, (sebenarnya) tidak ada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Oleh itu, tidakkah kamu mahu bertaqwa kepadaNya? "

Ketua-ketua yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami (wahai Hud) nampakmu berada dalam kebodohan, dan sesungguhnya kami fikir engkau adalah dari orang-orang yang berdusta".

Nabi Hud menjawab: "Wahai kaumku! Tidak ada padaku sebarang kebodohan, tetapi aku adalah seorang Rasul dari Tuhan sekalian alam.

"(Tugasku) menyampaikan kepada kamu akan perintah-perintah (yang diutuskan oleh) Tuhanku, dan aku adalah pemberi nasihat yang amanah, bagi kamu.

"Adakah kamu merasa ragu-ragu dan hairan tentang datangnya kepada kamu nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, melalui seorang lelaki dari golongan kamu, untuk memberi peringatan kepada kamu? Dan kenanglah ketika Allah menjadikan kamu khalifah-khalifah sesudah kaum Nabi Nuh, dan Allah telah menambahkan kamu kelebihan (dan kekuatan) pada bentuk kejadian tubuh kamu. Maka kenanglah akan nikmat-nikmat Allah supaya kamu berjaya".

Mereka berkata: "Adakah engkau datang kepada kami supaya kami hanya menyembah Allah semata-mata, dan meninggalkan apa yang pernah disembah oleh datuk nenek kami? (Kami tidak akan menurut) maka datangkanlah azab yang engkau janjikan kepada kami, jika betul engkau dari orang-orang yang benar".

Nabi Hud menjawab: "Sesungguhnya telah tetaplah kamu akan ditimpa azab dan kemurkaan dari Tuhan kamu. Adakah kamu hendak berbahas denganku mengenai nama-nama yang hanya kamu dan nenek moyang kamu menamakannya, sedang Allah tidak sekali-kali menurunkan sebarang bukti yang membenarkannya? Maka tunggulah (kedatangan azab itu), sesungguhnya aku juga dari orang-orang yang turut menunggu bersama-sama kamu".

Maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya, dengan rahmat dari Kami, dan Kami (binasakan serta) putuskan keturunan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka bukanlah orang-orang yang beriman.

Kisah Nabi Soleh

Dan kepada kaum Thamud (Kami utuskan) saudara mereka: Nabi Soleh. Ia berkata: "Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah, (sebenarnya) tiada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata (mukjizat) dari Tuhan kamu; ini adalah seekor unta betina (dari) Allah sebagai keterangan bagi kamu (membuktikan kebenaranku). Oleh itu, biarkanlah unta itu mencari makan di bumi Allah, dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya; (kalau kamu menyentuhnya) maka kamu akan ditimpa azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

"Dan kenanglah ketika Allah menjadikan kamu khalifah-khalifah sesudah kaum Aad, dan di tempatkannya kamu di bumi, (dengan diberi kemudahan) untuk kamu mendirikan istana-istana di tanahnya yang rata, dan kamu memahat gunung-ganangnya untuk dijadikan rumah. Maka kenangkanlah nikmat-nikmat Allah itu dan janganlah kamu bermaharajalela melakukan kerosakan di muka bumi".

Ketua-ketua yang sombong takbur dari kaumnya berkata kepada orang-orang yang dipandang lemah iaitu orang-orang yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahawa Soleh itu diutus dari Tuhannya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada apa yang ia diutus untuk menyampaikannya".

Orang-orang yang sombong takbur itu berkata: "Sesungguhnya kami tetap ingkar akan orang yang kamu beriman kepadanya".

Maka mereka pun menyembelih unta itu, dan mereka menderhaka terhadap perintah Tuhan mereka, sambil berkata: "Hai Soleh! Datangkanlah azab yang engkau telah janjikan kepada kami, jika betul engkau dari Rasul-rasul yang diutus (oleh Allah)".

Oleh itu, mereka pun dibinasakan oleh gempa bumi, lalu menjadilah mereka mayat-mayat yang tersungkur di tempat tinggal masing-masing.

Maka Nabi Soleh pun meninggalkan mereka sambil berkata: "Wahai kaumku! Aku telah menyampaikan kepada kamu perutusan Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepada kamu, tetapi kamu tidak suka kepada orang-orang yang memberi nasihat".

Kisah Nabi Lut

Dan Nabi Lut juga (Kami utuskan). Ingatlah ketika ia berkata kepada kaumnya: "Patutkah kamu melakukan perbuatan yang keji, yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun dari penduduk alam ini sebelum kamu?

"Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk memuaskan nafsu syahwat kamu dengan meninggalkan perempuan, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas".

Dan tidak ada jawab dari kaumnya selain daripada berkata: "Usirlah mereka (Nabi Lut dan pengikut-pengikutnya yang taat) dari bandar kamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (mendakwa) mensucikan diri".

Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya (serta pengikut-pengikutnya) melainkan isterinya, adalah ia dari orang-orang yang dibinasakan.

Dan Kami telah menghujani mereka dengan hujan (batu yang membinasakan). Oleh itu, lihatlah, bagaimana akibat orang-orang yang melakukan kesalahan.

Kisah Nabi Syuaib

Dan kepada penduduk Madyan (Kami utuskan) saudara mereka Nabi Syuaib. Ia berkata: "Wahai kaum sembahlah kamu akan Allah, (sebenarnya) tiada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhan kamu. Oleh itu, sempurnakanlah sukatan dan timbangan, dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia akan benda-benda dan perkara-perkara yang menjadi haknya; dan janganlah kamu berbuat kerosakan di muka bumi sesudah Allah menjadikannya (makmur teratur) dengan sebaik-baiknya. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu jika betul kamu orang-orang yang beriman.

"Dan janganlah kamu duduk pada tiap-tiap jalan lalu-lalang, dengan menakut-nakutkan dan menghalangi orang-orang yang beriman dari melalui jalan Allah, dan kamu pula menghendaki supaya jalan Allah itu bengkok terpesong. Dan ingatlah semasa kamu dahulu sedikit bilangannya lalu Allah menjadikan kamu kembang ramai, serta perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berbuat kerosakan.

"Dan jika ada segolongan dari kamu beriman kepada wahyu (perintah-perintah Allah) yang aku telah diutuskan untuk menyampaikannya, dan segolongan lagi tidak beriman, maka sabarlah sehingga Allah menjalankan hukumNya di antara kita semua, dan Dia lah jua sebaik-baik hakim".

Ketua-ketua yang sombong takbur dari kaum Nabi Syuaib berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusirmu wahai Syuaib dan orang-orang yang beriman yang menjadi pengikut-pengikutmu dari negeri kami ini, atau kamu berpindah kepada ugama kami". Nabi Syuaib menjawab: "Adakah (kamu hendak melakukan yang demikian) sekalipun kami tidak menyukainya?

"Sesungguhnya (bermakna) kami berdusta terhadap Allah, jika kami berpindah kepada ugama kamu sesudah Allah menyelamatkan kami daripadanya. Dan tidaklah harus kami berpindah kepadanya sama sekali, kecuali jika Allah Tuhan kami, menghendakinya. Pengetahuan Tuhan kami meliputi akan tiap-tiap sesuatu. Kepada Allah jualah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, hukumkanlah antara kami dan kaum kami dengan kebenaran (keadilan), kerana Engkau jualah sebaik-baik Hakim".

Dan berkatalah pula Ketua-ketua yang kafir dari kaum Nabi Syuaib (kepada orang ramai): "Sesungguhnya jika kamu mengikut Syuaib nescaya kamu dengan perbuatan yang demikian menjadilah orang-orang yang rugi".

Maka mereka dibinasakan oleh gempa, lalu menjadilah mereka mayat-mayat yang tersungkur di tempat masing-masing.

Orang-orang yang mendustakan Nabi Syuaib (punah-ranah) seolah-olah mereka tidak pernah mendiami negeri itu. Orang-orang yang mendustakan Nabi Syuaib, merekalah orang-orang yang rugi.

Kemudian Nabi Syuaib meninggalkan mereka sambil berkata: "Wahai kaumku! Sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kamu perintah-perintah Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepada kamu. Oleh itu, tidaklah aku merasa sedih terhadap orang-orang kafir (yang telah binasa itu)".
[7:59-93]

Banyak bukan,kisah kaum yang derhaka telah diberitahu kepada kita.Bagaimana mereka dibinasakan.Dan bagaimana tingkah laku mereka.

Ceritanya hampir sama.Begitulah juga dengan kita pada hari ini.Kita telah diutuskan peringatan melalui Rasulullah SAW.Tetapi,cuba renung.Adakah kita mengikutinya?

Cuba renung diri kita.

Dan (Tuhan berfirman): Kami tidak mengutus dalam sesebuah negeri seorang Nabi (yang didustakan oleh penduduknya), melainkan Kami timpakan mereka dengan kesusahan (kesempitan hidup) dan penderitaan (penyakit), supaya mereka tunduk merendah diri (insaf dan tidak berlaku sombong takbur).

Setelah (mereka tidak juga insaf) Kami gantikan kesusahan itu dengan kesenangan hingga mereka kembang biak (serta senang-lenang) dan berkata (dengan angkuhnya): "Sesungguhnya nenek moyang kita juga pernah merasai kesusahan dan kesenangan (sebagaimana yang kita rasakan)". Lalu Kami timpakan mereka (dengan azab seksa) secara mengejut, dan mereka tidak menyedarinya.

Dan (Tuhan berfirman lagi): Sekiranya penduduk negeri itu, beriman serta bertaqwa, tentulah Kami akan membuka kepada mereka (pintu pengurniaan) yang melimpah-limpah berkatnya, dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (Rasul Kami), lalu Kami timpakan mereka dengan azab seksa disebabkan apa yang mereka telah usahakan.

Patutkah penduduk negeri negeri itu (bersedap hati) serta merasa aman daripada kedatangan azab Kami kepada mereka pada malam hari, semasa mereka sedang tidur?

Atau patutkah penduduk negeri negeri itu (bersedap hati) serta merasa aman daripada kedatangan azab Kami kepada mereka pada siang hari, semasa mereka sedang leka bermain-main?

Patutkah mereka (bersukaria) sehingga mereka merasa aman akan rancangan buruk (balasan azab) yang diatur oleh Allah? Kerana sebenarnya tidak ada yang merasa aman dari rancangan buruk (balasan azab) yang diatur oleh Allah itu melainkan orang-orang yang rugi.

Adakah (yang demikian itu tersembunyi dan) tidak jelas kepada orang-orang yang mewarisi negeri itu sesudah penduduknya (hilang lenyap kerana ditimpa bencana), bahawa kalau Kami kehendaki tentulah Kami akan menimpakan mereka pula dengan azab disebabkan dosa-dosa mereka, dan Kami meteraikan di atas hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (nasihat-nasihat pengajaran)?

Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebahagian dari khabar beritanya kepadamu (wahai Muhammad); dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata (mukjizat), sesudah itu mereka tidak juga beriman kepada apa yang mereka telah mendustakannya dahulu. Demikianlah Allah meteraikan di atas hati orang-orang yang kafir.

Dan Kami tidak mendapati bagi kebanyakan mereka sebarang janji (yang ditepati), dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka melainkan orang-orang yang fasik.
[7:93-102]

Selepas ayat 102 ini,ada diceritakan kisah Nabi Musa,Firaun dan Bani Israel pula.Anda boleh baca sendiri tentang ini di laman web ini.

Ini kerana terlalu panjang untuk diletakkan di dalam artikel ini.

Renunglah diri kita.Ubahlah sikap kita.Kembalilah kepada jalan Allah.Jangan sayangkan sangat dunia ini.Menyesal kelak (di akhirat) tiada gunanya.

Ditulis sebagai peringatan kepada diri sendiri juga.

Assalamualaikum dan Selamat Beramal.


1 comment:

  1. satu artikel yg sgt menarik & bermanfaat..
    thanks for sharing it.. n_n

    http://www.stormreaders.net/mNasir

    ReplyDelete